Sabtu, 18 April 2009

Mengukur Biaya Pendidikan


Oleh: Dr. Nanang Fattah

Biaya pendidikan merupakan dasar empiris untuk memberikan gambaran karakteristik keuangan sekolah. Analisis efisiensi keuangan sekolah dalam pemanfaatan sumber-sumber keuangan sekolah dan hasil (out put) sekolah dapat dilakukan dengan cara menganalisis biaya satuan (unit cost) per siswa. Biaya satuan per siswa adalah biaya rata-rata per siswa yang dihitung dari total pengeluaran sekolah dibagi seluruh siswa yang ada di sekolah (enrollment) dalam kurun waktu tertentu. Dengan mengetahui besarnya biaya satuan per siswa menurut jenjang dan jenis pendidikan berguna untuk menilai berbagai alternatif kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Di dalam menentukan biaya satuan terdapat dua pendekatan, yaitu pendekatan makro dan mikro. Pendekatan makro mendasarkan perhitungan pada keseluruhan jumlah pengeluaran pendidikan yang diterima dari berbagai sumber dana kemudian dibagi jumlah murid. Pendekatan mikro mendasarkan perhitungan biaya berdasarkan alokasi pengeluaran per komponen pendidikan yang digunakan oleh murid.

1. Pendekatan Makro

Faktor utama yang menentukan dalam perhitungan biaya satuan dalam sistem pendidikan adalah kebijakan dalam pengalokasian anggaran pendidikan di setiap negara. Pola alokasi biaya pendidikan terutama yang bersumber dari pemerintah meningkatkan pengaruh berdasarkan struktur piramida karakteristik. Pola ini memberikan tinjauan kasar tentang prioritas biaya yang bersumber dari pemerintah. Pada umumnya, negara-negara di Asia mengalokasikan dana pemerintah untuk pendidikan dasar sebesar 48%, pendidikan menengah 31%, dan pendidikan tinggi sebesar 19%. Pola yang menurun ini sama dengan pola di Amerika Latin yang berkontribusi dana pemerintahan masing-masing 51%, 25%, adn 24%. (Bank Dunia).

Untuk membandingkan biaya pendidikan pada tiap jenjang di tiap negara, teknik yang digunakan yaitu dengan membandingkan biaya operasional pendidikan dan sumber keuangannya. Besarnya biaya satuan berdasarkan perbandingan presentase dari GNP. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Bank Dunia, rata-rata satuan biaya pendidikan dasar di negara-negara Asia yang menjadi objek studi adalah 10% dari GNP, sama dengan di Amerika Latin, pada pendidikan menengah rata-rata satuan biaya di Asia adalah 19% perkapita GNP. Sedangkan di Amerika Latin mencapai 25%, Philipina dan Srilangka memiliki biaya terendah , yaitu kurang dari 0,5 kali rata-rata regional. Cina memiliki satuan biaya paling tinggi yaitu sekitar 1,5 kali rata-rata regional. Di negara-negara lain seperti India, Nepal, dan Thailand memiliki satuan biaya di bawah rata-rata, sedangkan Indonesia, Korea, dan Malaysia memiliki satuan biaya di atas rata-rata.

Satuan biaya pendidikan di setiap negara sangat bervariasi. Variasi atau keragaman dalam besarnya satuan biaya disebabkan perbedaan cara penyelenggaraan pendidikan. Karakteristik pendidikan yang mempengaruhi biaya meliputi, antara lain:

· Skala gaji guru dan jam terbang mengajar.

· Penataran dan latihan pra jabatan.

· Pengelompokkan siswa di sekolah dan di dalam kelas.

· Penggunaan metode dan bahan pengajar.

· Sistem Evaluasi, dan

· Supervisi pendidikan.

Alasan adanya perbedaan satuan biaya antara negara-negara di Asia bermacam-macam. Misalnya, di Bangladesh tingkat biaya terutama disebabkan rasio guru-siswa yang sangat tinggi, sedangkan di Srilangka disebabkan gaji guru yang relatif rendah.

2. Pendekatan Mikro

Pendekatan mikro menganalisis biaya pendidikan berdasarkan pengeluaran total (total cost) dan jumlah biaya satuan (unit cost) menurut jenis dan tingkat pendidikan. Biaya total merupakan gabungan biaya-biaya per komponen input pendidikan di tiap sekolah. Satuan biaya pendidikan merupakan biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk melaksanakan pendidikan di sekolah per murid per tahun anggaran. Satuan biaya ini merupakan fungsi dari besarnya pengeluaran sekolah serta banyaknya murid sekolah. Dengan demikian, satuan biaya ini dapat diketahui dengan jalan membagi seluruh jumlah pengeluaran sekolah setiap tahun dengan jumlah murid sekolah pada tahun yang bersangkutan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar